Mereinkarnasi Histori Tanah Bugis di Fort Rotterdam

9/26/2017
Di samping kuliner dan bahari sebagai daya tarik pariwisata utama, Makassar juga memiliki guratan sejarah panjang yang juga menunjang turisme. Dengan historinya sebagai bandar perdagangan terbesar di kawasan timur Indonesia di zaman lampau, kota metropolitan ini menyimpan banyak wisata sejarah menarik dan seru yang wajib dikunjungi.
Mereinkarnasi Histori Tanah Bugis di Fort Rotterdam
(sumber : makassarreview.wordpress.com)
Tentu saja, sentral destinasi pariwisata sejarah Makassar ada di Fort Rotterdam. Benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo ini masih berdiri dengan gagah meski berabad-abad sudah berlalu. Karismanya pun tidak juga luntur. Setiap hari, wisatawan domestik dan mancanegara menelusuri seluk beluknya untuk mendapatkan jejak kisah di hari-hari penuh perjuangan.
Berdiri Sejak Abad XV
Pada tahun 1545, Raja Gowa IX menghendaki dibangunnya sebuah benteng sebagai pusat komando. I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi Kallona, sang raja, mendirikan benteng ini di lokasi strategis, yakni di pinggir pantai sisi barat Kota Makassar yang hibuk.

Benteng ini awalnya dibuat dari bahan dasar berupa tanah liat. Namun pada masa pemerintahan Raja Gowa XIV, Sultan Alauddin, bangunan bernama Benteng Ujung Pandang ini dipugar dan konstruksinya diganti dengan karst (batu padas) dari pegunungan di Maros.

Benteng Ujung Pandang sepenuhnya dibuat dari tangan-tangan masyarakat. Bila dilihat dari atas, bangunan berasitektur Eropa yang khas ini memiliki bentuk menyerupai seekor penyu. Maka dari itu, masyarakat lebih banyak menyebutnya sebagai Benteng Pannyuya. Dalam bahasa lokal, pannyuya berarti penyu.

Adapun bentuk penyu ini sesungguhnya merupakan filosofi dari Kerajaan Gowa. Penyu merupakan hewan amfibi yang dapat bertahan hidup di darat maupun laut. Dengan demikian, benteng ini merupakan simbol Kerajaan Gowa yang juga berjaya di darat maupun laut. 

Menjadi Aset Kekuasaan Belanda
Bangsa Eropa mengendus ladang berlimpah di seluruh penjuru Indonesia. Karenanya, Portugis, Spanyol, Belanda, Perancis, dan Inggris berusaha mengeruk nusantara untuk memperkaya diri. Namun di antara lima bangsa besar ini, Belanda yang lebih kuat menancapkan kebengisannya.

Sejak akhir abad XVI, Belanda sangat tergiur dengan pertumbuhan perdagangan yang sangat pesat di Makassar. Melihat jalinan dagang, diplomatik, dan militer yang luas serta perwakilan dagang berbagai negara ada di sana, Belanda semakin berhasrat melakukan monopoli.

Perwakilan dagang Belanda, VOC, menyerang perahu-perahu dagang Makassar di perairan Maluku. Sultan Alauddin tidak terima dan melakukan protes. Alih-alih diindahkan, VOC justru meminta Sultan Alauddin melarang orang Makassar melakukan niaga di Maluku. Sultan pun tak terima dan dengan tegas menyatakan kebebasan berniaga di Indonesia tanpa memperlakukan istimewa bangsa mana pun.

Ketegangan pun menguat. Belanda meluncurkan serangan bertubi-tubi. Benteng Ujung Pandang menjadi pusat persiapan perang dan upacara untuk membasuh para panji Kerajaan Gowa dengan darah untuk menghadapi VOC. Puncaknya, Perang Makassar pada tahun 1666-1667 meletus dan Belanda berhasil menduduki Makassar.

Korban jiwa pribumi semakin banyak bergelimpang di tanah bermandikan darah. Sultan Hasanuddin dengan berat hati kemudian menyetujui perjanjian perdamaian berisi 30 pasal yang ditawarkan kompeni.

Tentu, perjanjian perdamaian itu hanyalah kedok yang menyelimuti perampasan kemerdekaan tanah Bugis. Dengan sungguh terpaksa, cucu Sultan Alauddin tersebut menandatangani Perjanjian Bongaya. Bersama dengan itu, lepas sudah Benteng Ujung Pandang ke tangan kompeni yang kemudian berganti nama menjadi Fort Rotterdam.

Kini, Fort Rotterdam menjadi cagar budaya yang dijaga dengan sangat baik oleh pemerintah. Sebagaimana bangunan peninggalan Belanda lainnya, benteng ini juga memiliki atmosfer kuat yang akan membuat kunjungan Anda menjadi berkesan.

Lokasinya pun mudah ditemukan. Dekat dengan Pantai Losari yang ikonis, Anda bisa hanya berjalan kaki mengunjungi Fort Rotterdam. Dengan titik strategis ini, Anda bisa menemukan banyak hotel murah di Makassar untuk akomodasi menginap, termasuk Airy Rooms.
Airy Rooms

Di Airy Rooms, Anda bisa liburan di Makassar dengan hemat dan nyaman. Dengan kelengkapan tujuh fasilitas dasar dan kemudahan pemesanan melalui situs web maupun mobile apps, nikmati keseruan Makassar dengan lebih maksimal. 

Berbagi Yuk!!!

Wolesbanget.Com memiliki tujuan untuk menjadikan situs portalnya anak muda sekarang.biar nggak ketinggalan zaman

Bagaimana Pendapat Kamu?

BACA JUGA